Sajak ini di tulis oleh Sayyib Qutb beberapa ketika sebelum beliau syahid di tali gantung kerna menegakkan perundangan Islam
Saudara,
Seandainya kau tangisi kematianku,
Dan kau siram pusaraku dengan air matamu
Maka di atas tulang belulangku yang sudah luluh
Nyalakanlah obor untuk umat ini
Dan …
Teruskan perjalanan ke Gerbang Jaya
Saudara,
Kematianku hanyalah suatu perjalanan
Memenuhi panggilan kekasih yang merindu
Taman-taman syurga Tuhanku bangga menerimaku
Burung burungnya berkicau riang menyambutku
Dan berbahagialah hidupku di alam abadi
Saudara,
Puaka kegelapan pasti akan hancur
Dan alam ini akan disinari fajar lagi
Biarlah rohku terbang mendapatkan rindunya
Jangan gentar berkelana di alam abadi
Nun di sana fajar sedang memancar..
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul merekabahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
ali-Imran 3:169,170

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. ali-Imran
