Renung-renungkanlah, tarbiyyah diri dalam menjadi Muslim yg berjaya

gambar ehsan www.senikehidupan.com
-
Aqidah yg sejahtera
-
Ibadah yg shahih
-
Akhlak yg mantap
-
Luas pengetahuan
-
Sihat tubuh badan
-
Mampu berdikari
-
Melawan nafsu
-
Sangat menjaga masa
-
Tersusun urusannya
-
Bermanfaat pada orang lain
2 hari yg lepas, saya baru saja menonton Senandung Qolbu di Astro Oasis, 106. Maka terdengar tentang falsafah semut. "Semut tak akan mati kelaparan atau kehausan, tapi akan mati disebabkan kemanisan". Ahli panel rancangan ini mengupas lagu Balada Gadis Desa, yg menceritakan kisah seorang gadis desa merantau ke ibu kota tanpa restu ibu bapa dan bekalan ilmu. Akhirnya dia kecundang.
Bercerita tentang semut, saya kagum dengan kekuatan dan ketabahan mereka dlm mencari rezeki. Malah semangat setiakawannya pun sgt kuat. Tapi malangnya, kesukaan semut2 terhadap manisan melemaskan mereka di dalam lautan sirap. Inilah janji MANIS kota metropolitan terhadap anak2 muda. Bagi mereka yg kurang berilmu, kota itu merupakan kota metropoliSETAN yg menjunamkan mangsanya ke lembah kehinaan.
Antara 2 pelajaran yg dpt dipelajari dari lagu ini, 1) pentingnya restu ibu bapa sebagai kunci mendapat keredhaan Allah, 2) harus berbekal ilmu, taqwa dan daya utk mengharungi hidup dikota metropolisetan. Sinar hidup di ibu kota yg menjanjikan seribu kebahagiaan bakal menjadi fatamorgana buat si naif dan lemah. Ibarat semut yg lemas di dalam gelas berisi air sirap yg manis. Kata panel itu, ibu kota lebih kejam dari ibu tiri. Harus berwaspada.
Pesan abg naqib saya, "kalau nak buat sesuatu, biarlah utk mendapatkan keredhaan Allah semata-mata, bukan kerna niat lain.". Begitu juga kata2 Sayyib Qutb utk membebaskan umat Islam dari sebarang perhambaan kepada perhambaan Allah semata-mata. Antara faktor penting dlm mengharungi hidup di kota, (kota Melbourne juga) harus mempunyai iman yg tulus, daya, dan ilmu.
Physics menerangkan daya ialah jisim darab pecutan. Saya andaikan "jisim" ialah iman yg kukuh dan tulen manakala "pecutan" ialah bekalan ilmu. Dengan itu barulah terhasil daya utk bergerak. Makin banyak ilmu, makin kukuh iman, semakin besarlah daya yg terhasil.
Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang mengembara (demi ilmu dan agama), yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.
at-Taubah 9:112
Maka bahagialah orang2 yg beriman, manis kota tak mampu menandingi manisnya susu yg mengalir di bawah syurga2 Allah. Pasti indah bertemankan bidadari seakan permata marjan dan burung2 riang berkicau.

gambar ehsan www.senikehidupan.com
What I did suring summer break?
This summer has been meaningful to me. Of the important reasons, meeting my family is paramount. But there are another reasons too. I wanna buy some reference books, badminton rackets, jeans, to renew my dricing license and get international license. Not forgetton buying some rempahs too; rempah sup, serunding, biscuit corn flakes. Ops..one more thing, I come back just to taste laksa, chicken chop and char kotiaw.
So what I did during summer? Hm..I stayed in KL for two weeks, getting books from UM, UKM and Kamal Bookstore, going to UNITEN to see Dr Rose and lots of super juniors and attending Semai Mesra as well. Then I immediately went to Penang to teach my brother add maths, physics and chemistry. He is taking SPM this year (2008), and he is smarter than me but lazier than me. Few weeks later I had to go to KL again to pick my shipping-stuff from abg Idris. Then I sent Aiman’s stuff to Tiki’s house.
The rest of my days and nights, I fill my leisure reading books; Pemikiran Sayyib Qutb, Tarikat Naqsyabandiah, Jangan Bersedih (La Tahzan), Quran Saintifik, Bagaimana Memikat Hati (kiat2 objek dakwah), Bidayatul Hidayah and preparing some lecture notes on Quantum Physics, Physical Chem for next year, even the subject outlines ain’t out yet. But somehow I still do maths problems ie add maths to refresh my brain.
Mr Najmi and Dr Rose are so worried about me. I dont give myself a break though it’s summer break. May be my obsession towards studying is too strong. But I relate my subjects with my daily life especially after reading Quran Saintifik. The cosmological Big Bang explains the expansion of universe. Chemistry explain the behaviours of water and its properties as universal solvent; Muslims do ablution with water. I really want to be Ulul Albab desparately; those who remember Allah while sitting, standing and laying and they always think about the creation of heaven and earth. Hopefully I shall become great Muslim scientists such as Dr Danial Zainal Abidin, Harun Yahya and Gary Miller (revert).
Then I learnt cooking from my grandmum on masak lemak, curripuff. Alhamdulillah I managed to learnt Quran with my grandmum and my recitation is getting better. I too try to memorize Juz Amma (juz 30) but could not finish them this summer break. Insya Allah, I’ll continue very often.
I saw a novel "Jalan Jauh ke Kampus" describing a man trying to become an al Hafiz despite my obstacles in front of him. Maybe I’ll buy the book later (afraid of exceeding extra luggage and lack of money)
Among the book I shall bring to Melbourne
-
Physical Chemistry (Manoq bawa balik; Thanx abg manoq) ; rm80
-
Inorganic Chemistry ; rm95
-
Modern Physics ; rm50
-
Advanced Calculus ; rm65
-
Differential Equation and Boundary System ; rm18 (thanx to aqilah, my cousin in UKM)
-
Chemical Eng Thermodynamics ; free given by Ban Sydney
-
Linear Algebra (Manoq bawa balik; Thanx abg manoq) ; free given by abg Idris
-
Quran Saintifik ; rm31
-
Jangan Bersedih ; rm27
-
Tarikat Naqsyabandiah ; seludup keluar dari pustaka tarikat
-
Bidayatul Hidayah ; Syukri Ismail punya
-
Bagaimana Memikat Hati ; free given by Zafiq
Memang confirm dah lebih 30 kg ni. Tambah lagi dengan barang2 harian, rempah sup, ubat gigi fresh n white (saya tak boleh hidup tanpanya), jeans 5 helai, sejadah, laptop.
Nampaknya dengan terlalu byk buku dalam simpanan, dapatlah saya menubuhkan Baitul Hikmah tidak lama lagi.
Sekian, terima kasih Summer Break; sgt bermakna
Sajak ini di tulis oleh Sayyib Qutb beberapa ketika sebelum beliau syahid di tali gantung kerna menegakkan perundangan Islam
Saudara,
Seandainya kau tangisi kematianku,
Dan kau siram pusaraku dengan air matamu
Maka di atas tulang belulangku yang sudah luluh
Nyalakanlah obor untuk umat ini
Dan …
Teruskan perjalanan ke Gerbang Jaya
Saudara,
Kematianku hanyalah suatu perjalanan
Memenuhi panggilan kekasih yang merindu
Taman-taman syurga Tuhanku bangga menerimaku
Burung burungnya berkicau riang menyambutku
Dan berbahagialah hidupku di alam abadi
Saudara,
Puaka kegelapan pasti akan hancur
Dan alam ini akan disinari fajar lagi
Biarlah rohku terbang mendapatkan rindunya
Jangan gentar berkelana di alam abadi
Nun di sana fajar sedang memancar..
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul merekabahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
ali-Imran 3:169,170

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. ali-Imran
Brighton Beach fascinates me, this was my 2nd visit. The first time my brother took me here during autumn. I want to come every fortnight to beaches around Melbourne. Perhaps I can do calulus or read lecture notes with the condusive atmosphere here.
Sometimes it’s not easy to find "ais kacang" in Melbourne because we had to go to Lake Mountain. I miss this moment because it was my first time swallowing snow. Next time, I must pay a visit to every mountain in Victoria that are overwhelmed with snow.
This picture was sent to Salam Perantauan in Utusan Malaysia. But not many people realize it. But Budin seemed not satisfied with this photo and he sent another picture of him, excluding me. To me, I wanted to play snowbaording so much, but only ski was available there. Never mind, I shall go on winter trip twice at least since I really love snow.
I snatched this picture during spring at University Square. Because I was too busy studying, preparing for incoming exams, I lost the moment to see flowers blossom. Most of my friends went to Tulip festival during spring break. Too cruel I didnt give myself a break. I ought to go because nature is part of my life.
I wanted to put the picture of my house here but dont have any. So let me describe it briefly. Near to Sydney Road, at tram stop 26 where Muslims drop by to get to Halal Meat Butcher. Behind Brunswick Mosque, 70 metre across. Anyone is welcomed to pay me a visit though it’s free. We can perform prayers in jamaah there.
During my first year, I did not enjoy too much. All my friends had go on trip to Sydney, Brisbane and Adelaide. But I went to Franktate, Library, IT center and Chem Library only.Sort of living my live towards a recluse. May be I’m the only one who dont know how to console my self and enjoy the life. Should not I regret because the first year was an experimenting year to get accustomed to Australian atmosphere. My 2nd year should be more exciting.
Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
Thaha 20:2,3

I’m not very sure why I love this picture. Perhaps because I love reciting Quran, sort of filling my leisure wisely. In deed, it’s a very good deed.
Narrated by Aishah R.A, Rasulullah’s attitude is Quran. She said it 3 times when a sahabah met her to ask about Rasulullah’s attitude.
Mari, mari.. mari beriman dengan Quran. Suatu petunjuk yg tidak akan membawa anda kepada kegelapan dan kesesatan.
Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. al-A’raf 7:2
Selama ini saya terlalu saintifik. Sehinggalah saya membeli buku karangan Dr Danial Zainal Abidin, Quran Saintifik. Telah lama saya memegang konsep sains membenarkan Al-Qur’an, yakni segala kajian dan eksperimen memestilah membenarkan syariat Islam. Kerna Quran itu adalah benar dan segala isi kandungannya telah dipelihara oleh Allah semenjak ia di turunkan lagi. Oleh itu, mana2 hasil kajian yg bercanggah dgn Quran adalah sains songsang.
Tetapi saya terlalu leka dgn sains hinggalah seorang naqib menegur saya.
"Kita lakukan semua ini kerna utk mendapatkan keredhaan Allah, bukan kerna hikmah atau fadhilatnya. Di sinilah pentingnya konsep memurnikan ketaatan."
Haram memakan daging babi bagi umat Islam (kecuali ketika darurat) kerna dlm Quran dinyatakan sendiri babi dan anjing adalah kotor. Saya faham kerna babi itu kotor. Kajian sains menunjukkan babi mempunyai kuman yg tak dapan dimusnahkan hatta di bakar sekalipun. Ini fahaman saya. Tapi jika pada suatu hari nanti saintis menemui vaksin dan antidot utk membunuh kuman dlm babi, adakah hukum HARAM memakan daging babi akan gugur? TIDAK kerna Quran telah menyatakan dgn jelas, tiada khilaf bahawa memakannya adalah HARAM. Di sini pentingnya konsep memurnikan ketaatan. Patuh dan tunduk atas setiap perintah Allah.
Adakah Rasulullah berhijrah kerna takut? TIDAK, kerna Rasulullah taat dan bertaqwa kepada Allah. Itulah pegangan hidup baginda dlm mentauhidkan Allah. Kita melakukan sesuatu kerna taat, bukan kerna fadhilat, bukan kerna hikmah.
Tetapi tidaklah salah jika melakukan kajian sains utk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah. Ini kerna umat Islam sgt di galakkan utk mengkaji dan memahami alam demi mengagungkan kebesaran dan kebijaksaan Allah Taala. Harus mengkaji tetapi ingat matlamat tak menghalalkan cara. Perlu di ingat batasan ilmu kerna hanya Allah yg mempunyai ilmu maha luas.
"Akan Kami tunjukkan kepada mereka bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bahawa al Quran itu benar." al-Fussilat, ayat 53

